Sebagai pelarian dari arch linux (dan windows), hari ini saya mencoba distro yang belum lama merilis update nya, Ubuntu 15.04 Vivid Vervet. Berbekal image file dari sebuah acara seminar di Bandung, saya burn file ISO nya ke flashdisk menggunakan rufus. Why rufus? karena ada fitur buat format flashdisk biar pake GPT Partition scheme, sehingga support UEFI. Dan pada akhirnya saya berhasil boot ke livecd Ubuntu via flashdisk.

Instalasi

Sebelum memulai instalasi, saya menyiapkan lvm terlebih dahulu. Tapi apa itu lvm?

Logical volume management provides a higher-level view of the disk storage on a computer system than the traditional view of disks and partitions. This gives the system administrator much more flexibility in allocating storage to applications and users.

Storage volumes created under the control of the logical volume manager can be resized and moved around almost at will, although this may need some upgrading of file system tools.

The logical volume manager also allows management of storage volumes in user-defined groups, allowing the system administrator to deal with sensibly named volume groups such as “development” and “sales” rather than physical disk names such as “sda” and “sdb”.

– What is Logical Volume Management [http://tldp.org/HOWTO/LVM-HOWTO/whatisvolman.html]

Dengan kata lain, LVM merupakan “lapisan” tambahan dalam media penyimpanan. LVM berada diatas layout partisi sebenarnya. Kasarnya, meskipun struktur partisi acak acakan, lvm membuat layout partisi lebih indah dimata aplikasi.

Why using lvm? Karena saya pribadi sudah nyaman dengan lvm. Dibandingkan dengan partisi konvensional, lvm lebih unggul dalam pengelolaan ukuran partisi. Kedepannya, jika partisi home kurang luas, tinggal extend logical volume nya.

Setup LVM

Secara garis besar, konfigurasi lvm terdiri dari pembuatan physical volume, volume group, dan terakhir logical volume.

Tahap pertama ialah menyiapkan partisi kosong yang akan digunakan sebagai partisi untuk lvm. Saya menggunakan cgdisk dan mendefinisikan lokasi harddisk untuk melakukan tahap ini. Partisi menggunakan tipe 8e00.

# cgdisk /dev/sda
         ^
    lokasi harddisk

Selanjutnya membuat physical volume. Perintah yang digunakan adalah pvcreate, dengan mendefinisikan partisi yang akan digunakan sebagai physical volume (disini /dev/sda8, Your Mileage May Vary!).

# pvcreate /dev/sda8
           ^
     partisi yang akan digunakan

Setelah pv selesai dibuat, maka selanjutnya membuat volume group. Perintah yang digunakan ialah vgcreate dengan mendefinisikan nama vg yang akan dibuat dan lokasi pv.

# vgcreate vg00 /dev/sda8
           ^    ^
      nama vg   lokasi pv

Tahap terakhir dari lvm ialah membuat logical volume. Dengan menggunakan perintah lvcreate, ditentukan pula ukuran dan nama logical volume nya. Logical volume untuk root saya tentukan sebesar 20 Giga Byte, dan untuk home sebesar 25 Giga Byte atau 100% dari luas vg tersisa.

# lvcreate -L 20G -n lvroot vg00
              ^      ^      ^
             size  nama lv  nama vg

# lvcreate -l 100%FREE -n lvhome vg00
              ^           ^      ^
             size      nama lv   nama vg

Setelah lvm selesai dikonfigurasi, maka proses instalasi dimulai.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi http://tldp.org/HOWTO/LVM-HOWTO/, https://help.ubuntu.com/community/UbuntuDesktopLVM dan sumber lainnya.

Install

Instalasi Ubuntu Desktop menggunakan installer ubiquity dilakukan tanpa perbedaan signifikan. Terkecuali pada penentuan schema partisi.

Pada menu “Allocate drive space” dipilih opsi “Something else”. Kemudian didefinisikan mount point root (/) pada /dev/mapper/vg00-lvroot dan home (/home) pada /dev/mapper/vg00-lvhome.

Karena sistem saya menggunakan UEFI, maka perlu dipastikan EFI partition digunakan oleh ubuntu. Dalam kasus saya /dev/sda2, otomatis digunakan sebagai ‘efi system partition’ oleh ubuntu.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi https://help.ubuntu.com/community/UEFI dan sumber lainnya.

Selain itu, lokasi instalasi boot loader saya ubah ke lokasi root dari ubuntu (/dev/mapper/vg00-lvroot), bukan ke harddisk (/dev/sda) agar tidak menimpa bootloader milik windows.

Setelah instalasi selesai, saya tidak langsung melakukan restart system. Melainkan melakukan chroot kedalam sistem yang baru diinstall dan meng-generate image initrd baru agar mendukung partisi lvm saat startup.

Generate image initrd

Pertama, melakukan mount partisi ke folder /mnt. Lagi-lagi, Your Mileage May Vary!

# mount /dev/mapper/vg00-lvroot /mnt
# mount /dev/mapper/vg00-lvhome /mnt/home
# mount /dev/sda2 /mnt/boot/efi

Setelah mount partisi selesai, kemudian melakukan chroot ke sistem baru.

 # chroot /mnt

Sekarang terminal berada dalam sistem yang baru diinstall. Dan selanjutnya meng-generate image initrd. Image initrd akan otomatis di-generate ketika selesai memasang paket lvm2. Namun karena paket lvm2 sudah terpasang, maka saya melakukan rekonfigurasi paket lvm2.

# dpkg-reconfigure lvm2

Selain itu, dapat menggunakan perintah update-initramfs untuk melakukan hal yang sama.

Instalasi selesai dilakukan, dan sistem di restart. Kemudian masuk ke sistem yang baru terinstall.

Selanjutnya, Kustomisasi Ubuntu Desktop 15.04 Vivid Vervet Unity.

Iklan